Berita

MENJAGA NILAI KEJUJURAN SEJAK DINI

Dimasa pembelajaran jarak jauh seperti sekarang ini, melatih kejujuran pada anak menjadi hal yang sangat penting. Setiap orang orang tua pasti akan senang jika anaknya berperilaku jujur. Yah, melatih kejujuran pada anak sejak dini perlu dilakukan agar anak kelak dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan dapat dipercaya semua orang. Alangkah baiknya bila orang tua juga sudah mulai membangun karakter jujur dalam diri anak sejak dini.

 

Melatih kejujuran pada anak dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Contohnya pada saat PJJ, anak dengan segudang PR dari sekolah mungkin merasa kewalahan sehingga memilih untuk diam-diam menyalin jawaban dari internet. Nah, ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk melatih anak berbuat jujur. Diantaranya berikut ini.

 

1.Berikan contoh yang baik

Sebagai orang tua tentu saja kita adalah panutan anak-anak kita. Apa yang mereka lihat dari perilaku orang tuanya, bisa menjadi pengaruh anak untuk berperilaku demikian. Menurut California Department of Education, sejak anak usia 3 tahun ia sudah dapat meniru perilaku orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua perlu memberi contoh perilaku baik kepada anaknya. Dengan begitu, anak-anak juga akan termotivasi untuk berperilaku jujur seperti yang ditunjukan oleh orang tuanya.

10 Contoh Perbuatan Baik Sesuai Ajaran Agama Islam | kumparan.com

2.Berikan apresiasi saat berkata jujur

Saat anak sedang berkata jujur, berikanlah apresiasi, terutama bila ia mengakui hal yang ia takuti atau khawatirkan. Sebelum mengoreksi mereka, kita bisa memberikan kalimat pujian atau sentuhan afeksi yang membuat anak merasa aman dan dihargai. Hal tersebut dapat membantu anak untuk menanamkan perilaku jujur ke depannya. Seperti yang kita ketahui, anak-anak sering kali tidak berkata jujur karena takut dimarahi. Oleh karena itu, biasakan untuk membuat anak merasa aman saat dia berkata dan berperilaku jujur.

Jurus Ampuh Agar Anak Berkata Jujur - Gaya Tempo.co

3.Kenalkan anak pada cerita yang mengandung nilai kejujuran

Kenalkan cerita-cerita yang memiliki nilai kejujuran pada anak. Misalnya, dongeng cerita si kancil yang mengisahkan tentang si kancil yang suka mencuri mentimun dan dijauhi oleh teman-temannya karena gemar mencuri. Suatu hari ia menyadari sikapnya dan berjanji untuk tidak mencuri lagi, karena ia berkata jujur dan menepati janjinya, ia akhirnya dipercaya oleh teman-temannya. Dari cerita sederhana tersebut, anak-anak dapat belajar dan memperoleh banyak pelajaran untuk membangun karakter dirinya.

 

4.Perlakukan anak dengan jujur dengan menepati janji

Terkadang orang tua melakukan kesalahan kecil yang tanpa disadari berdampak pada perilaku anak. Misalnya, ketika anak menangis, ia berkata "Jangan menangis, nanti Bunda belikan mainan" Lalu ketika tangisannya berhenti, tidak membelikan mainan. Hal ini merupakan kebohongan kecil yang dapat diidentifikasi oleh anak karena kecewa saat orang tua tidak memenuhi janjinya. Lebih baik kita mencari cara lain yang lebih efektif daripada tidak menepati janji kecil sekalipun.

 

5.Membiasakan jujur pada diri sendiri

Bukan soal mudah melatih anak untuk membiasakan diri jujur pada diri sendiri. Terkadang hal ini sulit dilakukan karena ada ketakutan-ketakutan di dalam diri anak. Cobalah berkomunikasi dengan anak untuk mencari tahu apa masalahnya. Selanjutnya, bantu anak untuk jujur pada dirinya sendiri. Seperti halnya ketika dalam proses belajar di masa pandemi ini. Adanya pandemi ini mengharuskan anak-anak untuk belajar dari rumah secara daring. Bantulah dia untuk mengerjakan tugas secara jujur, dengan memberikan dorongan. Sehingga anak akan mulai mengerti dan yakin dengan kemampuannya.